Semua Latihan Stasiun HYROX dan Manfaatnya

HYROX terdiri dari 8 workout station yang masing-masing diselingi lari sejauh 1 km. Totalnya mencakup 8 km lari dan 8 tantangan fisik yang dilakukan secara berurutan tanpa jeda istirahat khusus. Setiap station memiliki tuntutan yang berbeda, seperti cardiovascular endurance, kekuatan tubuh bagian atas dan bawah, muscular endurance, explosive power, grip strength, serta koordinasi.
Latihan HYROX sebaiknya tidak langsung dilakukan dengan volume dan beban seperti saat kompetisi. Mulailah dengan mempelajari gerakan dasar, meningkatkan kapasitas latihan secara bertahap, lalu lanjutkan ke simulasi dengan durasi dan beban yang disesuaikan dengan divisi kompetisi. Memahami tujuan dan manfaat setiap station membantu Anda menyusun program latihan HYROX yang lebih efektif dan aman.
Stasiun HYROX Pertama SkiErg 1.000 Meter
Stasiun pertama HYROX adalah SkiErg sejauh 1.000 meter setelah lari 1 kilometer pertama. Gerakan ini menguji daya tahan kardio sekaligus kekuatan tarikan tubuh bagian atas. Stasiun HYROX menggunakan mesin yang bernama SkiErg, atau yang secara umum disebut sebagai Ski Trainer.
Gerakan SkiErg
Mulai dengan berdiri tegap sambil memegang handle di atas kepala. Tarik handle ke bawah dengan kuat menggunakan bahu, punggung, core, dan gerakan hip hinge. Kembalikan handle ke atas secara terkontrol sebelum melakukan tarikan berikutnya. Jaga ritme dan tenaga tetap stabil, bukan menarik sekuat mungkin di awal agar tidak cepat lelah.
Manfaat SkiErg
Meningkatkan daya tahan kardio dan kapasitas aerobik.
Melatih kekuatan serta daya tahan tarikan tubuh bagian atas.
Melibatkan latissimus dorsi, triceps, bahu, dan core.
Melatih koordinasi antara tubuh bagian atas dan gerakan hip hinge.
Membantu tubuh mempertahankan ritme dan tenaga dalam durasi panjang.
Progresi Latihan SkiErg
Pemula: 4 × 250 meter, recovery 60–90 detik.
Menengah: 2–3 × 500 meter, recovery 90–120 detik.
Lanjutan: 1 × 1.000 meter dengan pace terkontrol.
Simulasi HYROX: 1.000 meter nonstop dengan pace yang mirip dengan HYROX.
Stasiun HYROX Kedua: Sled Push 50 Meter
Sled Push sejauh 50 meter merupakan latihan dorong yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan otot kaki, sekaligus menjaga core tetap stabil. Sled Push dilakukan dengan kereta beroda yang disebut Sled, dengan jalur yang sudah ditentukan dan beban yang diletakkan di atasnya.
Gerakan Sled Push
Pegang handle sled dengan tubuh sedikit condong ke depan. Dorong sled menggunakan langkah pendek, cepat, dan kuat. Jaga core tetap kencang agar tenaga dari kaki dapat tersalurkan dengan baik ke sled. Hindari langkah terlalu lebar atau langsung mendorong terlalu cepat jika belum terbiasa dengan beban berat.
Manfaat Sled Push
Meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot kaki.
Melatih quadriceps, glutes, hamstrings, dan betis.
Melatih kemampuan tubuh menghasilkan tenaga dorong ke depan.
Meningkatkan core stability dan conditioning tubuh.
Progresi Latihan Sled Push
Pemula: 4 × 10–15 meter dengan beban ringan hingga sedang.
Menengah: 4 × 20–25 meter dengan beban yang ditingkatkan secara bertahap.
Lanjutan: 2 × 25 meter atau 4 × 12,5 meter dengan beban target race.
Simulasi HYROX: 50 meter nonstop atau dibagi sesuai strategi race dengan beban sesuai divisi Open/Pro.
Stasiun HYROX Ketiga: Sled Pull 50 Meter
Sled Pull sejauh 50 meter melatih kekuatan otot tubuh bagian belakang (posterior chain) dan daya tahan genggaman. Gerakan ini dilakukan dengan menarik sled menggunakan tali secara berulang.
Gerakan Sled Pull
Hubungkan power rope pada sled, lalu berdiri dengan posisi tubuh yang stabil. Tarik tali secara bergantian menggunakan kedua tangan (hand-over-hand). Gunakan kombinasi kaki, pinggul, punggung, dan lengan untuk menarik sled, bukan hanya mengandalkan biceps. Jaga keseimbangan dan usahakan sled terus bergerak dengan stabil.
Manfaat Sled Pull
Meningkatkan kekuatan tarikan seluruh tubuh.
Melatih lats, rhomboids, biceps, forearms, glutes, dan hamstrings.
Meningkatkan daya tahan grip dan forearm.
Melatih core stability dan koordinasi tubuh.
Progresi Latihan Sled Pull
Pemula: 4 × 10 meter dengan beban ringan.
Menengah: 4 × 15–25 meter dengan beban yang ditingkatkan bertahap.
Lanjutan: 2 × 25 meter dengan beban mendekati target divisi.
Simulasi HYROX: 50 meter dengan beban sesuai divisi dan teknik hand-over-hand yang efisien.
Baca Juga: Stasiun Hyrox Ketiga: Panduan Sled Pull 50 Meter
Stasiun HYROX Keempat: Burpee Broad Jump 80 Meter
HYROX Burpee Broad Jump menempuh jarak 80 meter dan menguji daya tahan kardio serta daya ledak tubuh. Gerakan ini menggunakan berat badan sendiri tanpa alat tambahan.
Gerakan Burpee Broad Jump
Mulai dari posisi berdiri, lakukan burpee hingga dada menyentuh lantai. Dorong tubuh kembali ke posisi berdiri, lalu langsung lompat jauh ke depan dengan kedua kaki. Mendarat dengan stabil dan ulangi gerakan. Jaga jarak lompatan dan ritme tetap konsisten agar tidak cepat kelelahan.
Manfaat Burpee Broad Jump
Meningkatkan daya tahan kardio.
Melatih explosive power dan kekuatan kaki serta pinggul.
Melibatkan quadriceps, glutes, hamstrings, dada, bahu, triceps, dan core.
Melatih kemampuan berpindah dari posisi di lantai ke lompatan dengan cepat.
Progresi Latihan Burpee Broad Jump
Pemula: 4 × 5–10 meter dengan recovery yang cukup.
Menengah: 4 × 15–20 meter dengan interval teratur.
Lanjutan: 2–4 × 20–40 meter dengan recovery lebih singkat.
Simulasi HYROX: 80 meter nonstop dengan teknik yang tetap terkontrol.
Stasiun HYROX Kelima: Rowing 1.000 Meter
Stasiun Rowing menempuh jarak 1.000 meter dan menguji koordinasi antara dorongan kaki dan tarikan lengan. Gerakan ini dilakukan menggunakan mesin rowing dengan menjaga ritme dan pace tetap stabil.
Gerakan Rowing
Mulai dari posisi catch dengan lutut ditekuk dan dada tegap. Dorong tubuh menggunakan kaki, lalu sedikit condongkan torso ke belakang dan tarik handle ke arah dada bawah. Kembalikan handle ke depan terlebih dahulu, kemudian tekuk lutut untuk kembali ke posisi awal. Jaga ritme sekitar 24–28 stroke per menit dan gunakan pace yang bisa dipertahankan hingga selesai.
Manfaat Rowing
Meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.
Melatih daya tahan otot hampir seluruh tubuh.
Melibatkan quadriceps, glutes, hamstrings, punggung, dan lengan.
Melatih koordinasi antara dorongan kaki dan tarikan tubuh bagian atas.
Progresi Latihan Rowing
Pemula: 4 × 250 meter, recovery 60–90 detik.
Menengah: 2 × 500 meter, recovery 90–120 detik.
Lanjutan: 1 × 1.000 meter dengan pace stabil.
Simulasi HYROX: 1.000 meter nonstop dengan split time sesuai target race.
Stasiun HYROX Keenam: Farmer's Carry 200 Meter
Farmer's Carry menempuh jarak 200 meter dan menguji kekuatan genggaman, postur, serta stabilitas tubuh saat membawa beban berat. Farmer’s Carry menggunakan dua kettlebell, masing-masing satu disetiap tangan.
Gerakan Farmer's Carry
Pegang kettlebell atau dumbbell di kedua tangan. Berdiri tegap dengan core tetap kencang, lalu berjalan dengan langkah terkontrol sambil menjaga tubuh tetap lurus dan seimbang. Hindari membungkuk atau mengayunkan beban berlebihan. Setelah selesai, letakkan beban dengan aman.
Manfaat Farmer's Carry
Meningkatkan grip strength dan daya tahan forearm.
Melatih trapezius, bahu, core, pinggul, dan kaki.
Meningkatkan kemampuan membawa beban dalam jarak jauh.
Membantu menjaga postur dan stabilitas tubuh saat membawa beban.
Progresi Latihan Farmer's Carry
Pemula: 4 × 25 meter dengan beban ringan hingga sedang.
Menengah: 4 × 50 meter dengan beban yang ditingkatkan bertahap.
Lanjutan: 2 × 100 meter atau beberapa interval hingga total 200 meter.
Simulasi HYROX: Total 200 meter dengan beban sesuai standar divisi dan pembagian jarak sesuai strategi race.
Stasiun HYROX Ketujuh: Sandbag Lunges 100 Meter
Sandbag Lunges menempuh jarak 100 meter dan melatih kekuatan kaki, keseimbangan, serta stabilitas tubuh saat membawa beban sandbag, yang merupakan kantung berlapis berisi beban dalam bentuk pasir.
Gerakan Sandbag Lunges
Letakkan sandbag di atas bahu dengan posisi yang stabil. Langkahkan satu kaki ke depan, lalu turunkan tubuh hingga lutut belakang hampir menyentuh lantai. Dorong kaki depan untuk kembali berdiri, lalu lanjutkan dengan kaki berikutnya. Jaga dada tetap tegap dan sandbag tidak bergeser selama gerakan.
Manfaat Sandbag Lunges
Meningkatkan kekuatan dan daya tahan kaki secara unilateral.
Melatih quadriceps, glutes, hamstrings, dan betis.
Meningkatkan keseimbangan dan stabilitas pinggul.
Melatih core agar tetap stabil saat membawa beban.
Progresi Latihan Sandbag Lunges
Pemula: 3–4 × 10 meter dengan sandbag ringan.
Menengah: 4 × 20–25 meter dengan beban bertahap.
Lanjutan: 2 × 50 meter atau beberapa interval hingga total 100 meter.
Simulasi HYROX: 100 meter nonstop dengan sandbag sesuai standar divisi kompetisi.
Stasiun HYROX Kedelapan: Wall Balls 100 Repetisi
Stasiun terakhir adalah Wall Balls sebanyak 100 repetisi yang menguji daya tahan seluruh tubuh dan kemampuan menjaga performa saat tubuh sudah lelah. Wall Ball dilemparkan ke target agar bisa dihitung sebagai lemparan yang sah.
Gerakan Wall Ball
Pegang wall ball di depan dada, lalu lakukan squat hingga posisi cukup dalam. Berdiri dengan dorongan kaki sambil melempar bola ke target dinding, yaitu 3 meter untuk pria dan 2,7 meter untuk wanita. Tangkap bola dengan terkontrol dan lanjutkan ke squat berikutnya. Jaga ritme agar tidak cepat kelelahan.
Manfaat Wall Balls
Meningkatkan daya tahan otot seluruh tubuh.
Melatih quadriceps, glutes, bahu, triceps, dan core.
Meningkatkan daya tahan kardio.
Melatih koordinasi antara squat dan lemparan.
Progresi Latihan Wall Balls
Pemula: 4 × 10 repetisi dengan fokus pada teknik dan target.
Menengah: 4 × 15–20 repetisi dengan interval teratur.
Lanjutan: 2 × 25–30 repetisi dengan waktu istirahat lebih singkat.
Simulasi HYROX: 100 repetisi dengan berat bola dan ketinggian target sesuai divisi kompetisi.
Baca Selengkapnya: Competition Wall Balls Strengthbae
Perbandingan 8 Stasiun HYROX
Tabel berikut merangkum jarak atau repetisi, fokus otot, dan peralatan utama dari setiap stasiun HYROX.
Stasiun HYROX | Jarak / Repetisi | Fokus Otot | Peralatan |
1. SkiErg | 1.000 meter | Upper body, lats, triceps, core | SkiErg |
2. Sled Push | 50 meter | Quadriceps, glutes, calves, core | Weight sled & turf |
3. Sled Pull | 50 meter | Posterior chain, lats, biceps, grip | Weight sled & power rope |
4. Burpee Broad Jump | 80 meter | Full body, quads, chest | Bodyweight / track |
5. Rowing | 1.000 meter | Full body, kaki, lats | Rowing machine |
6. Farmer's Carry | 200 meter | Grip, forearms, traps, core | Kettlebell / dumbbell |
7. Sandbag Lunges | 100 meter | Quads, glutes, core | HYROX sandbag |
8. Wall Balls | 100 repetisi | Full body, quads, shoulders | Medicine ball & target wall |
Cara Menaikkan Intensitas untuk Setiap Stasiun HYROX
Penerapan progressive overload dalam latihan HYROX sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi tanpa mengalami kelelahan berlebihan atau cedera.
Tahap 1: Kuasai Gerakan
Mulai dengan beban ringan atau tanpa beban. Fokus pada teknik, pernapasan, dan range of motion yang benar. Tidak perlu langsung mengejar jarak atau repetisi seperti saat kompetisi.
Tahap 2: Tingkatkan Volume
Secara bertahap, tambah jarak, repetisi, atau durasi latihan. Waktu istirahat juga bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Tetap jaga teknik meskipun tubuh mulai lelah.
Tahap 3: Dekati Beban Race
Mulai gunakan beban yang mendekati standar divisi kompetisi yang ditargetkan, seperti Open atau Pro. Tingkatkan jarak dan repetisi sambil mulai mencatat pace, split time, dan waktu transisi.
Tahap 4: Simulasi Semua Stasiun HYROX
Setelah siap, lakukan satu stasiun secara penuh: SkiErg 1.000 m, Sled Push 50 m, Sled Pull 50 m, Burpee Broad Jump 80 m, Row 1.000 m, Farmer's Carry 200 m, Sandbag Lunges 100 m, atau Wall Balls 100 repetisi. Fokus pada pace dan teknik yang tetap stabil sampai selesai, bukan hanya mengejar volume.
FAQ
Untuk latihan HYROX, mana yang lebih penting, strength atau cardio?
Keduanya sama penting. Cardio dibutuhkan untuk menyelesaikan lari 8 km dan stasiun ergometer, sedangkan strength diperlukan untuk sled push, membawa beban, dan lunges. Karena itu, latihan HYROX sebaiknya menggabungkan kekuatan dan daya tahan.
Berapa lama untuk meningkatkan kemampuan setiap station?
Perkembangan biasanya mulai terlihat setelah 6–12 minggu latihan yang teratur. Konsistensi, teknik yang efisien, peningkatan volume, dan progressive overload membantu meningkatkan kemampuan di setiap station.
Apakah latihan stasiun HYROX harus selalu dilakukan setelah lari?
Tidak selalu. Saat masih belajar teknik dan membangun kekuatan dasar, latihan station dapat dilakukan saat tubuh masih segar. Menjelang kompetisi, latihan setelah lari dapat ditambahkan untuk membiasakan tubuh bekerja saat lelah.
Bagaimana mengatur recovery setelah latihan HYROX?
Berikan waktu istirahat yang cukup, termasuk 1–2 hari istirahat atau active recovery dalam seminggu. Pastikan tidur 7–9 jam, cukup protein dan karbohidrat, serta menjaga hidrasi untuk mendukung pemulihan.
Apakah peralatan HYROX cocok untuk home gym dan gym komersial?
Sangat cocok. Peralatan seperti HYROX sandbag, kettlebell, weight sled, power rope, dan wall ball dapat digunakan untuk latihan functional fitness di home gym maupun commercial gym.
Raih Performa Latihan Stasiun HYROX Terbaik Bersama Strengthbae
Setiap stasiun HYROX membutuhkan kemampuan fisik yang berbeda, jadi latihan tidak cukup hanya dengan menyelesaikan gerakan. Mulailah dari teknik dan volume ringan, lalu tingkatkan jarak, repetisi, beban, dan waktu secara bertahap hingga mendekati kondisi race. Tujuannya adalah menjaga performa tetap konsisten dari stasiun pertama hingga terakhir.
Siap membangun setup latihan HYROX? Hubungi tim Strengthbae untuk konsultasi peralatan HYROX, kebutuhan home gym, hingga perancangan fasilitas commercial gym.
Strengthbae adalah brand peralatan gym profesional yang menyediakan solusi untuk kebutuhan bisnis gym komersial dan home gym. Mulai dari rack, All in One Trainer, hingga aksesori latihan fungsional hybrid race standar HYROX, semuanya tersedia di Strengthbae.






